Studi Banding Pelayanan Nikah

Brebes, 28/03/2011, Sebanyak 40 orang Kepala KUA Se-Kabupaten Cirebon pada hari Senin, 28 Maret 2011 telah melaksanakan studi banding pelayanan pencatatan nikah ke KUA Kec. Bulakamba dan KUA Kec. Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melihat efektifitas pemanfaatan SIMKAH dan responsif masyarakat terkait tenggang waktu 10 hari pada dua KUA sampel tersebut terkait dengan proses pencatatan nikah sesuai dengan prosedur dan aturan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Seiring dengan reduksi peran Pembantu PPN dalam pelayanan pernikahan sesuai dengan Instruksi Dirjen Bimas Islam dan mengedepankan responsif masyarakat untuk datang langsung ke KUA untuk mendaftarkan  nikah, sudah berjalan dengan cukup baik. Pentingnya kedua calon mempelai dan wali untuk datang ke KUA banyak manfaat yang bisa diambil, diantaranya validasi data dalam pemeriksaan nikah, bimbingan calon pengantin (Suscatin) terkait penasehatan pra nikah, Bimbingan Ijab Qabul serta manfaat-manfaat lain berkaitan dengan penyelesaian administrasi pencatatan nikah sehingga pada saat dilangsungkannya akad nikah waktu lebih dapat diefisienkan, terutama ketika menghadapi “musim nikah” dengan jam dan waktu yang berbarengan.

Disamping itu pula dengan dioperasikannya aplikasi SIMKAH ( Sistem Informasi Nikah) dapat mengintegrasikan semua kegiatan administrasi pencatatan dari sejak pendaftaran hingga penerbitan buku nikah secara komputerisasi, dari segi tenaga dan waktu sangat membantu meringankan pekerjaan, namun investasi yang harus dikeluarkan untuk membiayai itu semua tentunya harus dicarikan solusi agar dapat dibiayai dari anggaran yang ada (DIPA/PNBP-NR) bukan dibiayai secara sukarela dengan mengandalkan penyisihan dari biaya yang dibayar calon pengantin, terutama akan merasa sangat kesulitan bagi KUA dengan volume nikah kecil dalam pertahunnya.

Dengan sendirinya ketika SIMKAH diberlakukan dan semua kegiatan menggunakan tehnologi Komputasi dalam kegiatan administrasi maka tentunya harus tersedia tenaga yang mumpuni untuk mendukung aplikasi tersebut. Kiranya banyak hal yang layak untuk diaplikasikan di Kabupaten Cirebon dari hasil observasi tersebut, walaupun pada awal mula tentunya tak semudah dan semulus yang dibayangkan, hambatan dan kendala pasti ada untuk menerapkan sesuatu yang sudah biasa menjadi tidak biasa dan dianggap mengada-ada dan mempersulit padahal itu demi meningkatkan pelayanan KUA terhadap masyarakat.

 

2 responses to “Studi Banding Pelayanan Nikah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s