IEDUL ADHA 1431/2010 KEMBALI BERBEDA

Kita akan menyaksikan kembali persatuan umat Islam di negeri ini akan terkotak-kotak kembali dalam merayakan Iedul Adha tahun ini. Perbedaaan metode penentuan awal bulan terus terjadi dan berimplikasi pada perbedaan umat islam melaksanakan shalat ied dan ibadah yang berkaitan dengan hal tersebut. Inti dari permasalahan tersebut adalah pemerintah belum dapat menyatukan metode penentuan awal bulan setiap ormas islam yang masing-masing memiliki cara dan metode yang berbeda. Tentunya bukan hal mudah untuk menyatukan berbagai perhitungan astronomis tersebut segala cara sudah ditempuh namun belum menemukan formula yang tepat untuk dapat menyatukan persepsi penentuan awal bulan hijriyah tersebut .

Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah seperti biasa mendahului keputusan pemerintah dengan mengeluarkan maklumat nomor 05/MLM/10/2010 yang dikutip oleh penulis dari okezone.com tanggal 25 Oktober 2010 yang menyatakan bahwa “ Ijtima’ awal  bulan Dzulhijjah 1431 terjadi hari sabtu tanggal  6 Nopember 2010 pukul 11.53 WIB tinggi hilal saat matahari tenggelam  01 derajat 34.23. sehingga menetapkan Idul adha jatuh pada hari selasa tanggal 16 Nopember 2010”.

Ini dapat dipahami karena perbedaan metode penentuan hilal antara muhammadiyah dengan pemerintah. Muhammadiyah menggunakan  hisab sebagai sistem  penentuan awal bulan baru. Yang dimaksud hisab disini adalah perhitungan mengenai posisi hilal, apakah sudah diatas ufuk(wujud) atau masih dibawah ufuk (belum wujud)  “wujudul Hilal” sebagai pedoman penemuan awal bulan baru menggunakan kriteria “ ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam dan matahari lebih dulu terbenam daripada bulan”.

Dari perhitunga diatas dapat dilihat bahwa ijtima” sudah terjadi pukul 11.53 sebelum matahari terbenam dan matahari terbenam lebih dahulu daripada bulan bisa dibaca ketika matahari tenggelam bulan berada dibelakang matahari pada ketinggian 1.34.23. maka hilal sidah wujud maka keesokan harinya sudah tanggal 1 bulan Dzulhijjah. Penetapan 10 Dzulhijjah tanggal 16 Nopember 2010 tersebut bersamaan dengan yang ditetapkan pemerintah Saudi Arabia yang bisa dilihat dalam kalender haji tahun 1431H.

Versi Kementerian Agama.

Kementerian agama dalam kalender yang diterbitkannya menyatakan bahwa Ijtima’ awal bulan dzulhijjah 1431 terjadi pada hari Sabtu tanggal 6 Nopember 2010 pukul 12.07 WIB. Saat matahari terbenam tinggi hilal 1 derajat 38. Tanggal 1 Dzulhijah jatuh pada hari Senin tanggal 8 Nopember 2010 ( Istikmal = digenapkan 30 hari bulandzulqo’dah).

Sehingga menurut versi pemerintah kemungkinan Idul Adha ditetapkan hari Rabu tanggal 17 Nopember 2010.

 

Pemerintah berpedoman pada “Imkanur rukyat” ( memungkinkan untuk dilihat)  dengan pendapat bahwa agar hilal disebut wujud maka hilal harus berada diatas ufuk (saat maghrib setelah ijtima) dan posisi hilal memungkinkan untuk dilihat (imkan rukyat

). Syarat ilniah agar hilal memungkinkan untuk dilihat menurut kesepakatan MABIMS (menteri agama Brunai, indonesia, Malaysia dan Singapore) adalah jika tinggi (irtifa’) hilal minimal 2 derajat atau umur bulan minimal 8 jam.

Dalam perhitungan pemerintah walau hilal sudah berapa diatas ufuk setinggi 1.38 derajat tetapi syarat imkanur rukyat belum terpenuhi

sehingga kemungkinan untuk dilihat dengan mata telanjang adalah kecil karena belum mencukupi batas minimal 2 derajat dan umur bulan sejak ijtima’ sampai waktu maghrib baru 5 jam 40 menit ( kurang dari 8 jam). Dikarenakan kriteria imkanur rukyat belum terpenuhi maka

kemungkinan bulan tidak bisa dilihat mata telanjang dan bulan dzulqo’dah digenapkan 30 hari sehingga 1 dzulhijjah jatuh pada hari senin 8 Nopember 2010. Namun untuk memastikan bulan bisa dilihat atau tidak

pemerintah akan menggelar sidang isbath pada tanggal 6 Nopember untuk mendengar laporan pemantauan rukyatul hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

Versi Moonsighting

Sebagai bahan pembanding dari kedua pemaparan diatas berikut ini disajikan analisa yang dilakukan www.moonsighting.com yang mendedikasikan diri pada perhitungan penampakan bulan sabit yang dihitung dengan menggunakan kriteria dan pengamatan otentik yang dikumpulkan selama 150 tahun dilokasi yang berbeda di belahan dunia.

 

Bulan Baru Astronomi adalah pada tanggal 6 November 2010 (Sabtu) di 04:52 UT. bulan ini tidak dapat dilihat di mana saja di dunia, kecuali di

Kepulauan Polinesia. Pada tanggal 7 November, tetap saja tidak akan terlihat di Asia Utara, dan Eropa Utara dan Kanada Utara, tetapi tempat-tempat lain, dapat dilihat dengan mudah. ( http://www.moonsighting.com)

Menurut Analisa moonsighting dari grafik diatas Ijtima’ terjadi hari sabtu tanggal 6 Nopember 2010 dan hilal hanya bisa dilihat di kepulauan polinesia saja( ditandai dengan warna hijau) sementara belahan dunia lain tidak bisa melihat bulan baru. Amerika selatan kemungkinan bisa melihat apabila kondisi cuaca baik ( warna biru muda) sedangkan indonesia sama sekali tidak bisa melihat bulan baru. Jadi kalau melihat hasil pengamatan Moonsighting ini perhitungan pemerintah yang menentukan tanggal 1 dzulhijjah pada Senin 8 Nopember 2010 sudah benar.

Puasa Arafah

Nah bagi anda yang masih merasa bimbang apakah kita akan mengikuti ketentuan pemerintah atau mengikuti Arab Saudi dalam berhari raya. Timbul pertanyaan yang paling mendasar sementara kita di indonesia tanggal 9 Dzulhijah puasa/Shaum Arafah sementara di Arab Saudi sudah berhari raya bagaimana dengan puasa kita sebab di hari raya kita dilarang untuk berpuasa?

Hasil rumusan diskusi wukuf di arafah dan shaum arafah pada temu kerja Evaluasi Hisab rukyat tanggal 27-28 Pebruari 2008 menjawab pertanyaan diatas sebagai berikut :

“ wukuf di Arafah adalah ibadah yang berdimensi ruang(tempat) dan waktu, sedangkan shaum arafah adalah ibadah yang hanya berdimensi waktu. Karena wukuf adalah bagian dari ibadah haji pada tanggal 9 Dzulhijjah di padang Arafah Arab Saudi, sedangkan shaum Arafah menurut hadits adalah tanggal 9 Dzulhijjah yang dapat saja akan berbeda- beda  di berbagai negara karena adanya perbedaan posisi geografis dan secara historis umat Islam telah melaksanakan sesuai dengan tanggal qamariyah setempat sehingga shaum arafah tidak harus bersamaan harinya dengan wukuf di padang Arafah”.

Perlu diketahui bahwa Arab Saudi sebagai negara Islam yang mempunyai kriteria penanggalan sendiri. Selama ini msyarakat umum beranggapan bahwa penanggalan Hijriyah Arab Saudi menggunakan rukyat, akan tetapi ternyata penanggalan Arab Saudi didasarkan pada Hisab semata.  Kriteria Arab Saudi  sama dengan konsep “wujudul Hilal” yang digunakan Muhammadiyah dan Persis di Indonesia. Wallahu a’lam bis showab. (aldin-11/10)

 

2 responses to “IEDUL ADHA 1431/2010 KEMBALI BERBEDA

  1. arab saudi tidak menggunakan wujudul hilal, tapi rukyat, seperti idul adha tahun ini yang asalnya rabu menjadi selasa karena ada klaim rukyat. mohon diteliti kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s