UJI KOMPETENSI CALON KEPALA KUA

UJI KOMPETENSI CALON KEPALA KANTOR URUSAN AGAMA

Lemahabang, 09-06-2010. Berikut ini kami kutip surat edaran Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat nomor : Kw.10.2/1/KP.07.6/205/2010 tanggal 28 Januari 2010 tentang Uji Kompetensi Calon Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan

Sebagaimana diketahui bahwa Kantor Urusan Agama adalah merupakan unit kerja terdepan Departemen Agama yang secara langsung berhadapan dan memberikan bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kantor Urusan Agama Kecamatan dalam tugasnya cukup berat dan strategis disamping melaksanakan tugas Undang-undang yang mengatur Perkawinan bagi masyarakat muslim khususnya juga memberikan bimbingan di bidang urusan agama Islam antara lain bimbingan dan pelayanan kepenghuluan, pengembangan keluarga sakinah, produk halal, bina ibadah sosial, pengembangan kemitraan umat Islam, kemasjidan, zakat, wakaf, haji dan tugas-tugas pembangunan keagamaan lainnya dalam wilayah kecamatan.

Keputusan Menteri Agama nomor 517 Tahun 2001 pada Bab 1 pasal 1 dalam melaksanakan tugasnya Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan Kantor Urusan Agama dengan instansi vertikal Departemen Agama lainnya maupun antar unsur Departemen di kecamatan dengan unsur Pemerintah Daerah.

Peraturan Pemerintah nomor 100 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah nomor 13 Tahun 2002 Bab III Pasal 5 bahwa persyaratan untuk dapat diangkat dalam jabatan struktural adalah :

  1. berstatus Pegawai Negeri Sipil
  2. Serendah-rendahnya menduduki pangkat 1 (satu) tingkat dibawah jenjang pangkat yang ditentukan.
  3. Memiliki unsur penilaianprestasi kerja sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 2 (dua) tahun terakhir.
  4. Memiliki kompetensi jabatan yang diperlukan
  5. Sehat jasmani dan Rohani.

Berdasarkan persyaratan tersebut, untuk memenuhi pengisian jabatan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan harus memenuhi hal-hal sebagai berikut :

  1. memiliki Ijazah S1 Syari’ah ( Hukum Islam)
  2. Lulus Uji Kompetensi Kelayakan menjadi Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan yang dibuktikan dengan tanda lulus.
  3. Direkomendasikan oleh Kepala Kantor Departemen Agama yang bersangkutan
  4. Penguasaan materi uji Kompetensi :
  • Baca tulis Kitab Kuning (diutamakan)
  • Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Regulasi lainnya.
  • Hukum Islam Munakahat
  • Kepemimpinan / Leadership
  • Peraturan Kepagawaian
  • Wawancara / Test lisan

5. Tim Penguji diharapkan :

  • Unsur Majelis Ulama Indonesia
  • Unsur perguruan Tinggi
  • Tokoh Masyarakat

Kantor Departemen Agama Kabupaten /Kota dalam mengusulkan pengangkatan jabatan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan harus melampirkan hasil uji kompetensi calon Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan dimaksud. (AW-10)

Catatan penulis :
1. Menapa tidak dicantumkan secara tegas bahwa calon kepala KUA adalah penghulu karena jabatan kepala KUA adalah tugas tambahan dari seorang penghulu. Persyaratan untuk menjadi penghulu sesuai dengan peraturan MENPAN nomor PER/62/M.PAN/6/2005 tentang jabatan fungsional penghulu dan angka kreditnya pasal 22 hanya menyebutkan persyaratan untuk dapat diangkat pertama kali  menjadi penghulu adalah berijazah paling rendah S1/Diploma IV sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan, serta lulus Pendidikan dan pelatihan fungsional dibidang  kepenghuluan, tanpa tegas menyebutkan harus S1 Syariah/Hukum Islam sedangkan untuk mengikuti uji kompetensi seorang calon harus memenuhi kualifikasi S1 Syariah. timbul pertanyaan bagaimana dengan penghulu yang bukan berasal dari S1 syariah yang telah diinpassing dapat ikut serta uji kompetensi. Akan membuka peluang bagi pegawai non KUA dan bukan penghulu yang kualifikasi syariah untuk ikut uji kompetensi sementara penghulu terabaikan.
2. Surat Tanda Lulus Pendidikan dan Pelatihan fungsional penghulu sebagai syarat pengangkatan penghulu memiliki bobot yang cukup kuat bahwa yang bersangkutan berkompeten dan memiliki kemampuan dalam penguasaan hukum munakahat dan peraturan tentang perkawinan. Akan sangat bijaksananya bila STTPL fungsional penghulu tersebut dapat disejajarkan dengan sertifikat uji kompetensi yang dimaksud dalam edaran diatas. Jadi Uji kompetensi hanya berlaku bagi calon yang bukan penghulu tetapi memenuhi kriteria S1 syariah.
3. Bila Uji Kompetensi diberlakukan bagi calon kepala KUA Kecamatan, maka semestinya hal tersebut berlaku bagi calon Kepala Seksi Urusan Agama Islam. dengan pertimbangan bahwa semua urusan KUA akan bermuara kepada Seksi Urais, maka sepantasnya Kepala Seksi Urais adalah sosok yang paling mumpuni dan paling mampu secara keilmuan diatas rata-rata Kepala KUA. Jangan kemudian terjadi sebaliknya malah Kepala Seksi Urais tidak memiliki kemampuan yang memadai tentang hukum perkawinan, hukum islam dan peraturan lainnya karena hasil rotasi dari seksi lainnya dalam jajaran eselon IVa Kantor Kemenag.
Semoga bermanfaat dan menjadi renungan bagi pengambil kebijakan terutama pada Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon yang dalam waktu dekat ini akan melantik Kepala Seksi Urais dan mempromosikan 5 Kepala KUA Kecamatan mengganti mereka yang pensiun tahun 2010 ini.

2 responses to “UJI KOMPETENSI CALON KEPALA KUA

  1. saya sgt setuju sekali klo kepala KUA memiliki ijazah S1 Syariah, tpi di Prop. Sumatera BArat khusunya di PAdang banyak dari kepala KUA yg tidak memiliki ijazah S1 syariah dan tidak kompenten di bidangnya, malahan untuk mendapatkannya jabatan Kepala KUA wajib KKN. kalo gak percaya bisa diusut!!

    • idealnya memang begitu uji kompetensi dilakukan. namun pada prakteknya kepentingan lebih diutamakan daripada kemampuan dan akhirnya terkait dengan kinerja…..Semoga silaturahim kita terus berlanjut. Makasih udah mampir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s