Pemberdayaan DKM Masjid Jami

Lemahabang, 5 April 2010, Pemberdayaan masjid jami selama ini hampir terlupakan dan kurang menjadi arus utama baik oleh pemerintah daerah maupun istansi pembina keagamaan yaitu kementerian agama, untuk menggugah kembali ghiroh umat kembali memfungsikan masjid sebagaimana fungsi zaman rasulullah saw maka seksi pendidikan keagamaan pada masyarakat dan pemberdayaan masjid menggelar pembinaan dan pemberdayaan ekonomi DKM Masjid jami meliputi 15 kecamatan di wilayah timur Kabupaten Crebon meliputi kecamatan Lemahabang, Waled, Ciledug, Pabedilan, Pasaleman, Pabuaran, Babakan, Gebang, Karangsembung, Karangwareng, Susukanlebak, Sedong, Astanajapura dan Pangenan. Digelar di Masjid Besar An-Nuur Lemahabang pada hari senin, 5 April 2009 pukul 09.00. dengan utusan 15 orang masing-masing kecamatan.

Acara dibuka oleh Kepala KUA Kec. Lemahabang Ali Wahyuddin, S.Ag selaku tuan rumah kegiatan dengan dihadir oleh Kepala Seksi Penamas Kanmenag Kab Cirebon mewakili Kepala Kanmenag,  penyuluh Agama Islam kecamatan, Ketua MUI dan DMI Kec. Lemahabang serta pelaksana seksi penamas. Dalam sambutan pembukaan Kepala KUA  menekankan kepada arah pemberdayaan masjid menuju masjid yang berdayaguna, profesional dengan manajemen modern dan mempu mensejahterakan jamaah dan masyarakat sekeliling dengan memberdayakan potensi yang ada pada tiap masjid menuju masjid yang profesional seperti masjid Al-Azhar Jakarta dan Masjid Salman ITB Bandung sebagai ikon. Perlu dirintis juga satu pilot project masjid di Kab Cirebon yang memenuhi unsur masjid profesional sebagai acuan bagi masjid-masjid lainnya. Beliau sangat apresiasif sekali dengan kegiatan ini dan perlu menjadi contoh bagi seksi lain dalam pelaksanaan DIPA kegiatan tahun berjalan agar manfaat dan kiprah kementerian agama dikenal luas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan bila ingin menyelenggarakan acara sejenis bagi DKM agar berkordinasi dengan penamas untuk mengirimkan narasumber bagi pemberdayaan lanjutan masjid-masjid jami di Kabupaten Cirebon.

Dalam sambutannya kasie Penamas Drs. Sudirna, MM mengulas tentang peran dan kewenangan seksi penamas dan pemberdayaan masjid secara institusional, meberikan berbagai contoh bagaimana pemberdayaan masjid dilakukan oleh pemerintah atas kewajibannya sebagai pemangku kekuasaan yang selama ini hanya memberikan stimulan dana pembinaan hanya untuk masjid-masjid negara, masjid raya, masjid agung saja dari APBD, sedangkan untuk masjid besar kecamatan dan masjid jami desa tidak ada anggarannya sama sekali, kalah dibandingkan dengan organisasi karang taruna, PKK dan organisasi  lain yang masuk dalam anggaran pemerintah sementara DKM masjid tidak ada sedikitpun anggaran biayanya terkait dengan semboyan Kabupaten Cirebon  ingsun titip tajug lan fakir miskin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s