Observasi Lapangan di NTB

OBSERVASI LAPANGAN DIKLATPIM IV ANGKATAN XI DAN XII  KEMENTERIAN AGAMA PROPINSI JAWA BARAT  KE NUSA TENGGARA BARAT.

Mataram, 16 Maret 2010 ( Ali Wahyuddin – KUA Lemahabang)

Dengan tujuan memperkaya pengalaman melalui pemahaman dan penghayatan visi dan misi serta tugas pokok dan tanggungjawab instansi sasaran, identifikasi produk, standar dan pelaksanaan layanan serta pemecahan solusi dari hambatan yang ada, peserta diklatpim IV Angkatan XI dan XII di lingkungan Kementerian Agama Propinsi Jawa Barat mengadakan observasi lapangan yang dilaksanakan tanggal 14 s.d 17 Maret 2010 ( 4 hari) bertempat di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berangkat dari Balai Diklat Keagamaan Bandung hari Ahad tanggal 14 pukul 07.30 menuju Bandara Soekarno Hatta Banten dengan menggunakan 2 bus. Sampai di Bandara pukul 10.00 masuk terminal A keberangkatan dalam negeri, Maskapai penerbanga yang digunakan adalah Lion Air dengan no penerbangan 652 tujuan Mataram berangkat pukul 13.35 WIB. Alhamduliilah terbang dengan pesawat walaupun baru pertama kali bagi sebagian besar peserta berjalan dengan lancar, pesawat yang digunakan jenis Boeing 737-900 Economic Class dengan penumpang sekitar 200-an orang. Perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju  Bandara Selaparang Lombok hanya sekitar 1 jam 40 menit saja dan alhamduliilah cuaca sangat baik dan tidak ada gangguan sedikitpun. Selepas dari Bandara Selaparang rombongan menuju penginapan di Hotel Lombok Raya Jl. Panca Usaha No. 11 Kota Mataram.

Malam harinya dilanjutkan dengan pembukaan Kegiatan OL dilaksanakan di hotel tempat menginap yang dibuka oleh Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi NTB dan beberapa pejabat eselon III dan IV pada Kanwil NTB.

Keesokan harinya (Senin) dilanjutkan dengan observasi lapangan yang terbagi dalam 4 akelompok tiap angkatan, sesuai dengan thema kegiatan tiap kelompok terbagi tugas observasi antara lain : reformasi birokrasi dengan lokus PTA NTB dan Pengadilan Agama Lombok Tengah, Kebijakan bidang penikahan dengan lokus Kanwil Kemenag dan Kantor Kemenag Lombok Tengah, Akuntabilitas pelayanan NR dengan lokus Kemenag Lombok Tengah dan KUA Pujut dan pelayanan wakaf dengan lokus BPN  dan KUA Praya.

Penulis masuk ke dalam kelompok III yang membidangi Akuntabilitas Pelayanan PNBP-NR pada Kanmenag Kab Lombok Tengah. Narasumber kami adalah Kepala Seksi Urusan Agama Islam Bapak Drs. Lalu Sukarno. Beberapa hal terkait hal akuntabilitas dapat kami rekam dengan segala masalah yang ditimbulkan dan solusi yang memungkinkan untuk dilakukan.

Sebelumnya kami juga sempat berbincang dengan rekan-rekan seprofesi yaitu para Kepala KUA membicarakan tentang bagaimana pelayanan bidang kepenghuluan dan menyamakan persepsi tentang aturan dan hal lain yang terkait dengan pelayanan perkawinan.

Ternyata adat di NTB ini lebih kuat mempengaruhi pola laku masyarakat sehingga terkadang menyulitkan para rekan-rekan KUA untuk melaksanakan aturan perkawinan dengan baik. Salah satu yang menarik bagi kami adalah budaya selarian sangat kuat terkait dengan adat suku sasak. Dalam budaya ini seringkali  calon pengantin perempuan dibawa lari oleh calon pria ke rumahnya atau calon pengantin perempuan melarikan diri dari rumahnya ke rumah calon mempelai pria dan tidak mau pulang ke rumah.   kemudian setelah 2-3 hari ada berita yang disebut SELABAR (memberi kabar) dari pihak laki-laki tentang keberadaan calon istri kemudian kedua keluarga bermusyawarah, apabila setuju untuk dinikahkan  baru meminta wali kemudian dinikahkan. Beberapa hari kemudian baru  persyaratan administrasi untuk pencatatan perkawinannya  diurus oleh masing-masing kepala dusun tempat tinggal keduanya dan didaftarkan kepada KUA, dilakukan pemeriksaan administrasi kemudian diterbitkan surat nikah.

Dalam benak kami apa yang menjadi kebiasaan selarian tersebut ditempat kami jarang sekali terjadi dan itu merupakan sebuah kasus yang bagi keluarga dapat mencoreng citra baik keluarganya. Dimana sebelum perkawinan terjadi dilakukan lamaran/pinangan baru kemudian dimusyawarahkan dan diputuskan tanggal perkawinannya, dan lazimnya akad nikah dilaksanakan di tempat tinggal mempelai perempuan dan dicatat oleh KUA setempat setelah berkas kelengkapan administrasinya didaftarkan kurang lebih sepuluh hari menjelang hari H pelaksanaan.

Inilah salahsatu dari berbagai keunikan dari pulau lombok yang dapat kami potret dari hasil observasi lapangan.

Waktu yang pendek dalam observasi menuntut peserta untuk menyelesaikan semua instrumen pertanyaan secara cepat karena pada malam harinya harus sudah melakukan ekspose. Kegiatan OL siang hari selesai pukul 12.00 selanjutnya kami mendapat kehormatan diundang ke rumah kediaman pribadi Kepala Kanwil Kemenag Prop. NTB di Lombok Tengah karena pada saat pembukaan beliau tidak bisa hadir karena kurang sehat sehingga meminta bertemu di rumah beliau.

Malam harinya laporan observasi harus sudah terselesaikan karena pukul 19.00 harus sudah melakukan ekspose yang dihadiri oleh pejabat terkait guna memberikan klarifikasi atas laporan observasi kelompok.

Setelah ekspose beban di pundak para peserta agak sedikit lega walaupun berbagai tugas telah menanti di depan mata. Hari kedua (selasa, 16/03) dilanjutkan dengan refreshing menghilangkan kepenatan selama diklat dengan setumpuk tugas dan materi. Semua peserta dan panitia, pembimbing larut dalam suasana rileks bersama. Kami mengunjungi Gili Trawangan yang terkenal dengan tempat yang indah dengan taman lautnya dihiasi berbagai ikan dan air yang bening berpasir putih. Perjalanan ditempuh selama dua jam, dilanjutkan dengan menaiki kapal nelayan menuju pulau, sepanjang jalur bisa dilihat air laut yang bening dan kebiruan dan ombak yang tenang, alhamdulillah cuacanya sangat mendukung. Kami dibawa ke tempat snokling dengan dibekali pelampung, sepatu katak dan alat menyelam untuk melihat keindahan bawah laut, berkeliling ke pulau-pulau kecil sekitarnya gili menuk dan gili air. Kami dapati pula banyak wisatawan asing turut menikmati keindahan laut dan hijaunya perbukitan sekitarnya, suasananya ramai dikarenakan hari ini bertepatan dengan hari raya nyepi yang dirayakan oleh umat Hindu sehingga pulau Bali yang biasa menjadi tujuan wisata mereka tutup selama sehari, memindahkan wisatanya ke pantai-pantai disekitar lombok. Agak menggangu pemandangan juga karena mereka rata-rata berpakaian minim terutama kaum perempuannya.

Keterbatasan waktu yang ada mebuat kami agak kecewa juga karena tidak bisa mengunjungi wisata lain yang cukup menarik sesuai dengan yang dijadwalkan, akhirnya sambil pulang hotel mampir ke pusat-pusat perbelanjaan untuk mencari souvenir khas lombok yang terkenal dengan mutiaranya. Itulah catatan perjalanan kami hari ini di lombok dan besok dijadwalkan kami untuk kembali ke Bandung mengakhiri kegiatan Observasi Lapangan. (aldin)

2 responses to “Observasi Lapangan di NTB

    • waduh bingung juga jawabnya, kita dari jawa cuma dua hari disana saat observasi aja. tapi setelah buka2 berkas sy temukan nomor telepon kantor kemenag Lombok tengah. Untuk informasi lebih lanjut hubungi saja Kemenag Lombok Tengah (loteng) di (0370)654057 Fax 654422. Terima kasih atas komentar dan kunjungannya. Kunjungi di blog baru saya di http://kuagunungjati.blogspot.com. Ok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s